Begini Cara Beli Aplikasi Android Pakai Pulsa Telkomsel

JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli aplikasi di Google Play Store kini tidak harus memakai kartu kredit. Setelah Indosat, pilihan untuk membeli menggunakan pulsa makin bertambah, seiring Telkomsel meluncurkan metode carrier billing.

Fungsi carrier billing ini memungkinkan pembelian aplikasi/konten dimasukkan dalam tagihan bulanan pelanggan pascabayar atau potong pulsa untuk pengguna prabayar. 

Syarat untuk bisa menggunakan opsi ini adalah memiliki akun Gmail serta nomor operator telekomunikasi yang sudah bekerja sama dengan Google. 

Setelah diaktifkan, metode potong pulsa ini bisa dipakai untuk membeli berbagai aplikasi, buku dan majalah digital yang terdapat di Google Play Store maupun In-App Purchasedalam game dengan cara potong pulsa.

Bagaimana caranya mengaktifkan carrier billing itu? Berikut ini panduan yang disusun KompasTekno, untuk mengaktivasi sistem potong pulsa menggunakan operator Telkomsel.

1. Pertama bukalah Google Play Store dari gadget Android Anda yang menggunakan kartu SIM Telkomsel, lalu klik menu berlogo "hamburger" yang ada di kiri atas layar. Kemudian, pilih tab "My Account".

Play Store My Account di Google Play Store.
2. Opsi Payment Methods akan terbuka dan di dalamnya terlihat pilihan metode pembayaran: Add credit or debit cardEnable Telkomsel billing, dan Redeem. Pilih opsiEnable Telkomsel billing.
screenshot
Opsi enable Telkomsel billing akan mengaktifkan metode pembayaran aplikasi Google Play menggunakan pulsa pengguna layanan Telkomsel
3. Setelah memilih opsi Enable Telkomsel Billing, akan muncul pemberitahuan verifikasi akun. Anda pun akan diminta memasukkan nomor telepon, nama serta alamat. Setelah mengisi semua data itu, pilih opsi Save.

4.Selanjutnya akan ada pemberitahuan via SMS yang dikirimkan ke nomor yang Anda daftarkan. Setelah SMS ini sampai, opsi carrier biling sudah aktif an mulai bisa digunakan.

screenshot
Jika aktivasi Telkomsel billing berhasil, akan muncul opsi bill my Telkomsel account untuk pembelian aplikasi berbayar
Metode carrier billing ini bisa digunakan membeli aplikasi, game, majalah, buku maupunIn-App Purchase menggunakan metode potong pulsa.  Contoh In-App Purchase yang bisa dibeli antara lain berupa stiker dalam Path, perpanjangan layanan WhatsApp, dan item-item yang dijual dalam game atau aplikasi.

Related Posts:

Pinterest Bakal Jadi Situs Dagang Online

KOMPAS.com - Pinterest bakal gencar mengekspansi layanannya. Sebelumnya, aplikasi ini dikenal sebagai situs papan pin virtual. Namun, nantinya Pinterest juga bakal mengakomodir layanan dagang online.

Rumor tersebut didapat dari beberapa sumber yang dekat dengan Pinterest. DilansirKompasTekno (14/2/2015) dari Recode, paling lambat enam bulan mendatang, fitur tombol "Buy" atau "Beli" akan terpatri di startup terbaik versi TechCrucnch 2011 ini.

Tombol "Buy" tersebut memungkinkan netizen untuk mengorder dan membayar beberapa produk hasil telusuran mereka di Pinterest. Menurut para pengamat industri, situs yang dilansir menarik 70 juta pengunjung per bulan ini, memang sudah ditunggu-tunggu untuk bertransformasi menjadi mal digital.

"Strategi kami adalah untuk membantu orang-orang mencari hal-hal baru, menyimpannya, dan mengaksesnya di kehidupan nyata agar lebih berguna," kata juru bicara Pinterest.
Untuk proses pembayarannya, Pinterest dirumorkan akan bekerjasama dengan perusahaan pembayaran Stripe. Namun belum ada tanggapan dari pihak Stripe terkait hal ini. Hingga sekarang, belum jelas pula apakah iklan pada Pinterest akan terintegrasi dengan produk yang dijajakan.

Sebelumnya, Pinterest telah resmi merilis App Pins bersama-sama dengan Apple. App Pins adalah fitur di dalam Pinterest yang memungkinkan netizen mengunduh aplikasi iOS tanpa masuk ke toko aplikasi Apple App Store. Ini diharapkan mempermudah netizendalam mencari aplikasi yang benar-benar dibutuhkan.

Jika benar Pinterest akan bertransformasi menjadi situs layanan dagang online, maka tentu kompetitornya akan menuju pada Amazon dan eBay. Belum lagi jika desas-desus bahwa Google juga akan merilis fitur "Buy" pada beberapa iklannya terbukti benar. Industri dagang online tampakanya akan semakin ramai di tahun 2015.

Related Posts:

Mencicipi "Lockscreen" Android Keren dari Microsoft

JAKARTA, KOMPAS.com - Microsoft melahirkan sebuah aplikasi bernama Next untuk sistem operasi Android. Aplikasi tersebut berfungsi sebagai pemintas berbagai fitur yang ditampilkan pada lockscreen smartphone Android.

Aplikasi pemintas ini, seperti yang KompasTekno rasakan saat mencobanya selama beberapa waktu, mempermudah berbagai urusan membuka aplikasi. Terutama karena ada banyak akses aplikasi yang bisa diatur dan letakkan di dalamnya.

Pengaturan akses tersebut mempercepat pengguna saat mencoba membuka aplikasi yang penting. Misalnya saat terburu-buru ingin mengakses kamera atau senter.
Pengguna tinggal menyematkannya di dalam Next, sehingga bisa langsung menekan ikon aplikasi yang dibutuhkan dari Lockscreen.

Berikut ini dua hal paling menarik yang KompasTekno rasakan sebagai keunggulan Next, Rabu (4/2/2015):

1. Notifikasi yang bisa diatur

Kunci layar bernama Next ini memungkinkan penggunanya untuk memilih notifikasi apa saja yang bisa muncul di halaman paling depan. Pilhannya berupa notifikasi pesan instan, agenda kegiatan serta daftar panggilan tak terjawab.

screenshot
Pengguna bisa mengatur notifikasi apa saja yang muncul pada Microsoft Next Lockscreen
Notifikasi pesan memiliki menu tersendiri untuk mengatur aplikasi apa saja yang boleh muncul di halaman depan. Misalnya Messenger buatan Facebook, pesan pendek, WhatsApp atau aplikasi lain yang sejenis.

Hal serupa dapat ditemui pada menu pengaturan agenda kegiatan. Pengguna bisa memilih untuk menampilkan seluruh agenda kegiatan atau hanya tiga jadwal saja. Agenda yang disinkronisasi pun bisa dipilih, apakah menggunakan Google Calendar atau kalender dari penyedia aplikasi lainnya.

Selain pilihan memunculkan notifikasi, Next juga dibekali dengan fitur untuk menyembunyikan notifikasi. Pada menu pengaturannya, Anda bisa mencentang satu persatu aplikasi yang tidak diperkenankan muncul ke halaman muka.

Pengguna juga bisa mengatur apakah menginginkan halaman pertama ponselnya menampilkan pemutar musik atau tidak. Bila ditampilkan, pemutar musik tersebut bisa dipakai mengendalikan play, pause, atau next track tanpa harus masuk ke dalam aplikasi terkait.

2. Daftar aplikasi yang fleksibel

Hal kedua yang menarik adalah bagian laci di bawah layar. Bagian ini menyimpan icon-icon pemintas aplikasi yang bisa diatur sesuai keinginan penggunanya. Jumlah aplikasi yang bisa disematkan pun ada banyak, dari aplikasi biasa hingga aplikasi bawaan seperti pengatur koneksi WiFi. Total ada 15 aplikasi yang bisa disematkan.

screenshot
Tahan sentuhan Anda pada salah satu ikon pemintas aplikasi di Microsoft Next Lockscreen, maka akan muncul tanda silang yang berguna untuk menghapus dan mengganti ikon pemintas tersebut dengan ikon lainnya.
Ada satu hal yang unik dalam laci penyimpanan aplikasi itu. Pada sisi kiri, bagian atas laci aplikasi terdapat sebuah penanda berukuran kecil. Tulisannya dapat dipilih dari At Work, On The Go, atau At Home.

Nah, tiga pilihan itulah yang menjadikannya unik. Pilihan ini berfungsi mengatur pilihan pemintas yang akan muncul saat pengunanya dalam situasi kantor, perjalanan atau telah sampai di rumah.

Kelebihannya adalah, seperti yang KompasTekno rasakan, pengaturannya bisa bekerja berdasarkan lokasi. Next mengetahui lokasi penggunanya berdasarkan perkiran lokasi dari jaringan selular.

Selanjutnya, bila pengguna berada di lokasi kerja maka pengaturan aplikasi akan otomatis berubah jadi At Work. Bila dalam perjalanan, seiring dengan smartphone begerak meninggalkan lokasi pertama, preferensi tersebut berubah jadi On The Go. Ketika telah sampai lokasi tertentu maka akan berubah jadi At Home.

Agar dapat berubah secara otomatis, pengguna mesti berada di lokasi kerja, lalu secara manual mengubah setting laci pemintas aplikasi tersebut menjadi At Work. Kemudian saat berada di rumah, mengubahnya menjadi At Home. Selanjutnya semua akan bekerja otomatis, mengikuti lokasi yang diterimanya dari GPS.

Meskipun begitu ada saat-saat aplikasi tersebut tidak berubah menjadi At Home. Bila ini terjadi, cukup pindahkan saja secara manual.

screenshot
Pilihan wallpaper pada Microsoft Next Lockscreen
Selain perubahan pada pilihan ikon pemintas yang muncul pada laci aplikasi, perubahan lokasi juga bisa mengubah wallpaper lockscreen. Ada sejumlah pilihan wallpaper yang sudah tersedia untuk dipasang untuk situasi At Work, On The Go, atau At Home. Tapi Anda juga bisa memilih hasil jepretan sendiri sebagai wallpaper.

Related Posts:

Telkomsel: iPhone 6 Masuk Indonesia Awal Februari

JAKARTA, KOMPAS.com - Nampaknya dalam waktu dekat, operator seluler Telkomsel segera menghadirkan perangkat smartphone Apple teranyar, iPhone 6.

Situs Telkomsel pada Kamis (29/1/2015) malam menampilkan informasi tentang pilihan paket data yang menarik untuk iPhone 6 and iPhone 6 Plus.

Menurut keterangan yang disampaikan Telkomsel melalui situs telkomsel.com/iphone, paket data tersebut bisa digunakan pada 6 Februari 2015.

Besar kemungkinannya Telkomsel akan mulai menjual paket bundling iPhone 6 dan iPhone 6 Plus pada tanggal tersebut.

Head of Media Relation Telkomsel, Aldin Hasyim ketika dihubungi oleh KompasTekno, Jumat (30/1/2015) pagi pun tak menampik kabar tersebut.

"Ya, kira-kira 97 persen launching resminya (iPhone 6) di awal minggu pertama bulan Februari," demikian terang Aldin.

Namun apakah iPhone 6 dan iPhone 6 Plus sudah bisa dibeli di awal Februari atau Telkomsel sekadar membuka sesi pre-order (pemesanan) saja, masih belum bisa dipastikan.

Untuk sementara waktu, pelanggan Telkomsel yang berminat bisa mengisi formulir di situs yang disediakan oleh Telkomsel tersebut untuk mendapatkan keterangan lebih jelas.

KompasTekno akan terus memberikan update tentang kabar bundling Telkomsel dengan iPhone 6 ini.

Related Posts:

Indosat Belum Mau Naikkan Tarif Data

MAKASSAR, KOMPAS.com - Persaingan tarif layanan data internet antar operator bisa dikatakan cukup sengit. Pasalnya, para operator berlomba-lomba menawarkan tarif paling murah untuk menggaet hati pelanggan.

Namun, langkah tersebut menjadi tak sehat ketika operator harus merugi karena mematok harga yang tak rasional.

Desember lalu,  Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, telah memberi restu bagi para operator untuk menaikkan tarif layanan data internet. Yang penting, kata Rudiantara, iklim kompetisi harus sehat.

Pihak Indosat pun mengakui bahwa layanan data merupakan layanan nilai tambah yang membutuhkan biaya lebih besar dibanding layanan tradisional seperti voice dan SMS. Namun operator ini belum berani menaikkan tarif secara signifikan.

"Saat ini permintaan pelanggan untuk layanan data internet masih tinggi. Kita juga sudah memperluas cakupan jaringan, tapi saat ini kami belum melihat opsi untuk menaikkan tarif lagi," kata Division Head Data Service-Product Marketing Indosat, Fidesia Noor, saat ditemui di acara uji coba jaringan 42 Mbps Indosat di Makassar, Kamis (22/1/2015).

Menurut Fidesia, kenaikan tarif layanan data idealnya mencapai 2,5 persen. Namun untuk sementara, operator yang memiliki pelanggan terbanyak di Jawa dan Sumatra ini masih ingin berfokus untuk meningkatkan kualitas internetnya.

Related Posts:

Selamat Tinggal Google Glass

KOMPAS.com - Kabar mengejutkan datang dari Google. Kacamata pintar buatannya, Glass, akan berhenti dijual pada 19 Januari 2015. Proyek Glass juga dilepas dari divisi Google X yang selama ini mengembangkannya.
Selanjutnya, Glass akan berdiri sebagai divisi tersendiri dalam Google. Mantan eksekutif Apple Tony Fadell ditunjuk sebagai pengawas divisi tersebut. Sementara operasional harian tetap dikelola oleh Ivy Ross.

"Sebagai bagian dari transisi ini, kami menutup Explorer Program sehingga dapat fokus pada rencana berikutnya. 19 Januari akan jadi hari terakhir bagi Glass Explorer Edition," tulis Google Glass dalam akun G+ miliknya.

"Sementara itu kami akan tetap mengembangkannya untuk masa depan. Anda akan mulai melihat Glass masa depan saat mereka sudah siap," imbuhnya.

Dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Jumat (16/1/2015), para developer yang sudah memiliki Glass bisa tetap tenang. Kacamata pintarseharga 1.500 dollar AS (sekitar Rp 18 juta) itu masih bisa digunakan. Namun, piranti lunak di dalamnya tidak akan memperoleh pemutakhiran apapun.

Tak ada kepastian tetantang kapan program Google Glass tersebut kembali dilanjutkan, atau kemungkinan perubahan yang bisa terjadi di masa mendatang.

Saat ini hanya ada desas-desus bahwa Google Glass versi baru akan meluncur pada akhir 2015. Kemungkinan pada ajang tahunan Google I/O.

Related Posts:

Laptop Lenovo Bobotnya Cuma 700 Gram

KOMPAS.com- Selain memamerkan smartphone serta tabletnya, Lenovo menunjukkan laptop LaVie HZ550. Laptop ini memikat banyak orang karena bobotnya yang tergolong sangat ringan.

LaVie Z HZ550 ini hanya seberat 0,7 kilogram atau 700 gram. Sebagai gambaran, laptop setipis MacBook Air besutan Apple saja memiliki bobot 1,3 kilogram. Laptop ini jauh lebih ringan lagi.

Lenovo bisa mewujudkan laptop ringan ini karena menggunakan bahan magnesium-lithium. Bahan tersebut sama kuatnya dengan alumunium namun 50 persen lebih ringan. Demikian dilansir KompasTekno dari Cnet, Jumat (9/1/2015).

Meski ringan, laptop ini tetap membawa bekal spesifikasi yang mumpuni untuk mengerjakan tugas-tugas kantor. Dapur pacunya berupa Intel Core i5 generasi ke-lima dan RAM 4GB.

Layarnya punya ukuran 13,3 inci dengan ketajaman 2.560x1.440 piksel. Sementara ruang penyimpanannya menggunakan SSD berkapasitas 128GB.
Seri LaVie Z tersebut merupakan hasil kerjasama Lenovo dengan NEC sejak 2011 silam. Selama ini produk hasil kerjasama mereka hanya dijual di Jepang.

Setelah penampilannya pada Consumer Electronic Show (CES) 2015, LaVie Z HZ550 dan LaVie Z Hz750 akan jadi produk bermerek NEC pertama yang dijual di luar Jepang.

Related Posts:

Pertumbuhan Domain .id Meningkat Drastis di 2014

KOMPAS.com - Adopsi domain internet.id (dot.id) mengalami peningkatan drastis sepanjang tahun 2014 lalu. Pada akhir Desember 2014, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mencatat ada 123.751 domain .id yang terdaftar, meningkat dari 102.647 domain di awal 2014.

Pertumbuhan yang cukup tinggi ini didominasi oleh pendaftaran Domain Tingkat Dua (DTD) co.id dan Domain Tingkat Tinggi (DTT) .id, yang populer dengan sebutan "apapun.ID".

"Domain apapun.ID yang baru dirilis pada 17 Agustus 2014 mendapat sambutan hangat dari masyarakan pengguna internet Indonesia. Hingga saat ini, sudah hampir 8.000 nama domain tersebut didaftarkan," ujar Sigit Widodo, Ketua Pandi Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, dalam keterangan pers yang diterima KompasTekno, Jumat (2/1/2015).

Meskipun pertumbuhan domain DTT apapun.id terbilang tinggi, pertumbuhan DTD masih mendominasi pertumbuhan domain.ID tahun lalu. 

Sepanjang 2014, domain co.id tercatat berhasil tumbuh hingga 9.449 nama domain.

Selain co.id, DTD sch.id, nama domain khusus untuk sekolah, mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Pandi mencatat, terjadi pertumbuhan hingga 2.400 nama domain, hanya dalam setahun kemarin.

Domain desa.id juga mengalami pertumbuhan cukup baik. Tercatat, nama domain tersebut meningkat hingga angka 900, tiga kali lipat dibandingkan awal 2014.

"Secara umum, kenaikan domain-domain ini menggambarkan perkembangan pemanfaatan internet yang semakin merata di kalangan usaha, sekolah, dan naiknya pemanfaatan internet di wilayah perdesaan," tutur Sigit.

Pandi sendiri dikatakan cukup gembira dengan prestasi peningkatan di sepanjang 2014 tersebut. 

"Namun, kami masih belum puas, mengingat jumlah nama domain .ID terbilang masih rendah dibanding pengguna internet Indonesia yang diperkirakan sekarang sudah lebih dari 80 juta pengguna," tutup Sigit.

Berikut laporan Pandi tentang adopsi domain .id hingga Desember 2014:

- co.id: 57.858
- web.id: 24.581
- sch.id: 14.809
- or.id: 5.829
- go.id: 3.380
- ac.id: 3.350
- net.id: 377
- mil.id: 259
- biz.id: 1.038
- my.id: 3.080
- desa.id: 1.336
- .id: 7.854

Related Posts:

Ilham Habibie Bicara soal Internet Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Internet seharusnya untuk sesuatu yang positif dan produktif. Namun di Indonesia, internet belum diterjemahkan menjadi sesuatu yang produktif.

Pernyataan ini keluar dari Komisaris Utama Orbit Digital Ilham Akbar Habibie yang menjadi salah satu pencetus Olimpiade Online Nasional 2014 yang berlangsung sejak September lalu.

“Kita pengguna Facebook terbesar ketiga atau keempat di dunia, atau pengguna Twitter ke berapa. Banyak di mana ranking kita sudah tinggi, tapi sayangnya penggunaan itu lebih ke konsumtif,” paparnya di sela-sela acara pengumuman pemenang Olimpiade Online Nasional 2014, di Auditorium PP-IPTEK Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (17/12/2014).

Salah satu contohnya, menurut Ilham, dalam media sosial saja umumnya orang menggunakannya sebagai sarana komunikasi atau sekedar mengisinya dengan obrolan saja.

“Hal itu (komsumtif, belum produktif) kelihatan misalnya kalau kita ke ekonomi kreatif. Kalau di negara lain, misalnya Korea dan Jepang kan (ekonomi kreatif) berkembang baik sekali. Ada game, ada software, dan ada banyak lagi. Tetapi semua itu karena ada TIK (teknologi informasi komunikasi). Di Indonesia yang seperti itu di bawah dua persen,” imbuhnya.

Menurutnya, sebagian besar ekonomi kreatif di Indonesia cenderung tradisional. Misalnya fashion, kuliner, dan kerajinan tangan. TIK di dalam hal tersebut cenderung dimanfaatkan untuk sarana komunikasi, bukan bagian dari produksi.

“Kalau mau diterapkan misalnya seperti software developergame, produk-produk media yang dibuat online seperti memanfaatkan YouTube,” kata putra dari mantan Presiden RI, BJ Habibie.

Olimpiade Online Nasional sendiri diselenggarakan oleh Orbit Digital bersama GeSchool bertujuan mendorong pemanfaatan internet secara positif dan produktif.

Kompetisi online tersebut diikuti siswa-siswi SD hingga SMA dari 1020 sekolah di seluruh Indonesia. Mereka mengikuti lomba dengan menggunakan jaringan internet di daerah masing-masing.

Related Posts:

Evercoss dan Mito Bikin Android One, Polytron?

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua merek lokal Evercoss dan Mito mengaku telah bekerjasama dengan Google untuk memproduksi Android One. Bagaimana dengan merek lokal lainnya, Polytron, apakah tertarik untuk ikut memproduksi ponsel Android murah besutan Google ini?

Ketika ditemui Kompas Tekno usai acara konferensi pers Tata Sarana Mandiri (TSM) di Jakarta, Kamis (4/12/2014), General Manager Mobile Phone Division Polytron, Usun Pringgodigdo, mengatakan pihaknya untuk sekarang masih mempelajari kemungkinan untuk membuat produk ponsel Android One.

Salah satu pertimbangannya adalah faktor harga perangkat Android One yang menurut Usun masih terbilang mahal untuk ukuran kantong konsumen Indonesia. "Setahu saya di India itu harganya bisa di kisaran Rp 1,5 juta, jadi tidak murah-murah amat," katanya.

Android One merupakan desain acuan dasar untuk ponsel Android terjangkau yang bisa dipakai untuk membuat ponsel sendiri oleh para produsen perangkat. 

Ponsel Android One pertama kali di pasarkan di India pada September 2014 oleh vendor lokal di sana, seperti Micromax dan Karbonn. Meski ditargetkan untuk pasar negara berkembang, Usun menilai harga akhir perangkat Android One masih kurang sesuai untuk pasaran Indonesia.

Keuntungan perangkat Android One dibanding ponsel rancangan sendiri, menurut Usun, adalah update software yang disalurkan langsung oleh Google. Tapi ini disebutnya juga mampu dilakukan oleh Polytron pada perangkat buatannya melalui pembaruan secara over the air.

"Lagipula, kalau menggunakan rancangan Android One, semua smartphone menjadi sama meskipun beda merek," lanjut Usun.

Polytron sendiri, menurut Usun, telah menelurkan sekitar 10 model ponsel sepanjang tahun 2014 hingga saat ini. Kisaran harganya bervariasi, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta. Di samping itu, dia mengatakan pihaknya juga sedang bersiap untuk meluncurkan ponsel 4G LTE murah pada 2015. Banderol harganya disebutkan akan dipatok pada kisaran Rp 1,5 juta.

Related Posts:

Bagaimana Membuat Smartphone Tipis Nyaman di Tangan

KOMPAS.com - Smartphone yang berlayar lebar, namun dengan bodi yang tipis, punya kecenderungan kurang nyaman saat digunakan. Apa yang dilakukan Oppo agar R5 yang tipis dan lebar tetap nyaman di genggaman?

Seperti disampaikan dalam keterangan tertulisnya, ada beberapa hal yang dilakukan pabrikan ponsel tersebut untuk membuat perangkat tersebut tetap enak digenggam. 

Pertama, bingkai Oppo R5 dibuat dengan model kurva pada bagian atas dan bawahnya. Kurva sebesar 1.2mm dibuat pada sisi atas, sedangkan kurva 2.6mm di buat pada sisi bawah. 

Kurva ini dinamakan Micro-Arc. Perbedaan ukuran kurva itu disebut sengaja dibuat untuk menyesuaikan dengan genggaman tangan. 

Menariknya, Oppo memesan pisau khusus untuk membuat kurva micro-arc tersebut. Satu mata pisau hanya dapat digunakan untuk 100 kali proses pembuatan kurva, dan harus diganti baru. 
Setelah kurva selesai dibentuk oleh mata pisau khusus ini, ada sisa - sisa pemotongan yang menyebabkan bingkai R5 tidak mulus. Solusinya, harus dipoles lagi. 

Apabila dipoles menggunakan mesin poles, maka kurva micro–arc ini dikatakan tidak dapat terbentuk sesuai dengan standar millimeter yang ditetapkan. Itu mengapa Oppo akhirnya memutuskan untuk memunggunakan proses pemolesan manual dengan tangan.

Hal berikutnya yang dilakukan untuk menjaga kenyamanan adalah membuat cover ponsel dengan bahan coating yang dinamakan Dura Silk. Material ini konon terasa halus dan lembut pada sentuhan kulit.

Related Posts:

"Launcher" Android ala Nokia Tersedia di Play Store

KOMPAS.com - Bersama dengan kedatangan tablet N1, Nokia turut merilis "launcher" Android buatannya, Z Launcher. Pengguna Android dengan perangkat yang kompatibel kini bisa mengunduhnya lewat toko aplikasi Play Store.

Z Launcher sebenarnya sudah ada sejak Juni lalu dalam bentuk program versi "alpha", tapi ketika itu distribusinya dibatasi di kalangan tertentu saja untuk keperluan penguijian. 

Untuk saat ini versi Z Launcher yang beredar di Play Store baru mendukung OS Android 4.1 hingga 4.4, bukan Android 5.0 Lollipop. Jenis perangkat yang didukung penuh pun masih terbatas pada Nexus 5 dan Samsung Galaxy S3, S4, dan S5.

Sebagaimana dikutip Kompas Tekno dari Android Authority, Rabu (19/11/2014), keunikan Z Launcher dibandingkan program launcher Android lain terletak pada prinsipnya yang menyederhanakan tampilan layar home screen. 

Aplikasi dan fitur yang paling sering dipakai akan ditampilkan secara otomatis lewat rekomendasi di layar utama. Semakin sering pengguna memakai perangkat, semakin "pintar" pula Z Launcher dalam memberikan rekomendasi.

Ada juga fitur "Scribble" di mana pengguna bisa mencari aplikasi dengan menulis huruf-huruf pertama dari aplikasi bersangkutan di layar menggunakan gerakan jari. 

Menulis huruf "G", misalnya, akan menampilkan daftar aplikasi yang namanya dimulai dengan huruf tersebut. Menambahkan dua huruf "oo" akan menyaring nama aplikasi lebih lanjut, sehingga hanya menampilkan software yang dimulai dengan kata "Goo" seperti misalnya aplikasi-aplikasi Google. 

Related Posts:

Facebook Acer Indonesia Dapat Gelar "Tercepat"

KOMPAS.com - Di tahun 2014 ini, Acer Indonesia kembali didaulat menjadi brand yang paling aktif di jejaring sosial Facebook. Gelar tersebut diberikan oleh Socialbakers, lembaga analisa terhadap aktivitas akun-akun sosial media dari berbagai bidang industri di seluruh dunia untuk hal customer service. 

Menurut Socialbakers, Acer Indonesia menjadi The Most Socially Devoted Brand on Facebook Worldwide untuk kategori industri elektronik di tahun 2014 ini. Dalam penelitian tersebut, Acer Indonesia berhasil mempertahankan posisi teratasnya di tingkat internasional sejak kuartal dua 2012.  

Pada kuartal ketiga 2014, akun Facebook Acer Indonesia kembali berhasil meraih peringkat pertama sebagai akun brand elektronik yang paling tanggap untuk kategori elektronik, dengan pencapaian Response Rate hingga 98,85 persen dan Response Timetercepat 17 menit.  

Response Rate menunjukan tingkat persentase tanggapan Facebook Acer Indonesia dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pelanggan melalui Facebook. Dengan Response Rate mencapai 98,85 persen, ini menunjukan bahwa Acer Indonesia menjawab hampir seluruh pertanyaan yang dilontarkan pada akun Facebook Acer Indonesia. 

Sedangkan untuk Response Time, Facebook Acer Indonesia merupakan yang tercepat dengan kecepatan tanggapan rata-rata mencapai 17 menit pada setiap pertanyaannya. Response Time akun Facebook Acer Indonesia pun diklaim lebih cepat hampir 10 kali lipat bila dibandingkan dengan akun jejaring sosial industri elektronik lain di Indonesia.

“Kami bangga bisa mempertahankan posisi teratas ini selama dua tahun berturut-turut di tingkat internasional, media sosial menjadi pilihan utama yang kami anggap efektif untuk menjalin komunikasi dan kedekatan dengan pelanggan," ujar Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbert Ang seperti dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Senin (10/11/2014).

Herbet pun turut menggarisbawahi pentingnya membina komunikasi dua arah antarabrand dengan pelanggannya. Menurutnya, sebuah brand dituntut untuk dapat dengan cepat menanggapi setiap keluh kesah maupun pertanyaan dari pelanggannya. 

"Respon yang cepat dan tepat akan sangat membantu dalam mempertahankan loyalitas sekaligus meningkatkan excellent experience bagi pelanggan," pungkasnya.

Related Posts:

Malware "WireLurker" Serang Produk Apple

KOMPAS.com - Malware baru yang menargetkan produk Apple sebagian besar mempengaruhi para pemakai di Cina, demikian peringatan yang disampaikan seorang peneliti pada perusahaan keamanan online.

Palo Alto Networks yang bermarkas di Amerika Serikat menyatakan "WireLurker" yang mempengaruhi komputer Apple dan sistem aplikasi telepon genggam sepertinya berasal dari Cina dan terutama mempengaruhi peralatan di negara tersebut.

Malware menyebar lewat aplikasi yang diunggah dari pihak ketiga dan dapat mencuri informasi.

Lebih dari 400 aplikasi yang terinfeksi telah diunggah sebanyak lebih dari 350.000 kali.

"WireLurker berbeda dengan apa yang pernah kita saksikan sebelumnya terkait dengan malware Apple iOS dan sistem operasi OS X," kata Ryan Olson, direktur intelijen perusahaan itu.

"Teknik yang digunakan mengisyaratkan adanya pemain jahat yang semakin canggih dalam menyalahgunakan desktop dan platform telepon genggam paling terkenal dunia."

WireLurker mampu memindahkan data komputer Mac Apple ke telepon genggam dengan menggunakan kabel USB.

Malware ini dapat mencuri "berbagai jenis informasi" dari telepon genggam yang terinfeksi dan secara teratur meminta pembaruan atau update dari server kontrol penyerang.

Related Posts:

Trafik Data Telkomsel Melonjak 147 Persen

KOMPAS.com - Telkomsel melaporkan adanya kenaikan trafik data hingga 147 persen pada Semester I 2014 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2013. 

Di periode yang sama, jumlah pelanggan data Telkomsel mencapai lebih dari 63 juta. Ini mencerminkan pertumbuhan 22,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Salah satu penyebabnya, seperti disebutkan dalam keterangan tertulis yang dikutipKompasTekno, Sabtu (25/10/2014), adalah pengguna smartphone di Indonesia yang naik 56,8 persen dibandingkan semester I 2013. 

"Kami memprediksi akan terjadi kenaikan yang signifikan pada mobile Internet dalam beberapa tahun ke depan," kata Vice President Prepaid and Broadband Marketing Telkomsel, Ririn Widaryani. 

Pertumbuhan pengguna data itu membuat Telkomsel getol menggarap pasar anak muda dan pengguna internet aktif (netizen). Hal ini menelurkan penghargaan sebagai merek favorit Netizen dan Anak Muda di 2014. 

Telkomsel meraih penghargaan di acara Marketeers Award 2014, sebagai "Indonesia's Most Favorite Netizen Brand 2014" untuk kategori Internet Service Provider dan "Indonesia's Most Favourite Youth Brand 2014" untuk kategori Cellular Operator. 

Penghargaan yang diserahkan pada Rabu (23/10/2014) itu diadakan oleh Majalah Marketeers bekerjasama dengan lembaga riset MarkPlus Insight.

"Hal ini pun sesuai dengan upaya kami untuk mewujudkan visi sebagai penyedia layanan dan solusi mobile digital lifestyle kelas dunia yang terpercaya," kata Ririn. 

Namun, lanjut Ririn, ini sekaligus menjadi tantangan mereka untuk terus melayani pasar anak muda dan pengguna internet aktif (netizen) di Indonesia.

Dari sisi pasar anak muda, Telkomsel aktif dengan brand Loop yang hadir di awal 2014. Merek Loop memang menyasar segmen 12-19 tahun. 

Berbagai program pun telah digelar operator terbesar di Indonesia itu untuk mencengkeram segmen anak muda. Mulai dari konser One Million Dreams serentak di 10 kota secara hingga kompetisi mini soccer. 

Terbaru, Telkomsel hadir dengan program Loop KePo (Kreatif Project). Rangkaian kegiatan bagi pelanggan Loop ini mengangkat sisi edukasi, kreativitas, dan teknologi digital.

Related Posts:

Xiaomi Sediakan Penghilang Panas di Redmi 1S

KOMPAS.com - Smartphone Android besutan Xiaomi, Redmi 1S dikeluhkan mengalami panas berlebih (overheat) saat digunakan. Beberapa pengguna Redmi 1S melaporkan perangkat miliknya terasa sangat panas terutama saat bermain game.

Merespon laporan pengguna tersebut, Xiaomi langsung mengeluarkan update firmware untuk menghilangkan masalah tersebut.

Dikutip KompasTekno dari GSMArena, Jumat (17/10/2014), Xiaomi telah merilis MIUI versi 4.5 yang di dalamnya terdapat "obat" untuk masalah panas berlebih di Redmi 1S.

Selain untuk menghilangkan panas, MIUI 4.5 juga menyertakan beberapa fitur dan pembaruan sistem. Manajemen RAM yang lebih baik salah satu diantaranya. Perbaikan dari sisi ini membuat aplikasi-aplikasi yang berjalan di background tidak lagi banyak menyita RAM sehingga sistem bisa berjalan lancar.

Untuk meng-update ke firmware ini, pengguna Redmi 1s harus menyiapkan akses internet yang mumpuni karena ukuran filenya cukup besar, 514,4 MB. 

Update ini tersedia over-the-air, pengguna akan mendapatkan notifikasi untuk mengunduh di Redmi 1S di menu "About".

Di Indonesia, Redmi 1S dilaporkan laku keras. Dari beberapa sesi flash sale yang digelar, Redmi 1S terjual habis dalam waktu kurang dari satu jam. Smartphone Xiaomi pertama di Indonesia ini dijual dengan harga Rp 1,5 juta di situs online Lazada.

Related Posts:

"Smartwatch" Android Wear Bisa Jalankan Windows 95

KOMPAS.com - Masih ingat dengan Windows 95? Sistem operasi lawas tersebut ternyata bisa berjalan di gadget pintar masa kini. Itulah yang dibuktikan oleh pengguna YouTube bernama Corbin Davenport.

Sebagaimana dikutip KompasTekno dari Android Police, Rabu (8/10/2014), Davenport berhasil memasang Windows 95 di sebuah smartwatch Samsung Gear Live yang aslinya menjakankan OS Android Wear.

Video yang direkam oleh Davenport bahkan menunjukkan bahwa sistem operasi desktop lawas itu bisa menerima input melalui layar sentuh selebar 1,6 inci milik Gear Live. 

Bagaimana cara Davenport "menanam" sistem operasi desktop lawas di jam tangan pintar? 

Rupanya ia menggunakan emulator DOS bernama ADosBox yang memungkinkan perangkat berbasis ARM menjalankan software yang ditulis untuk arsitektur x86.

Namanya hasil emulasi, kerja Windows 95 di Gear Live pun tak sempurna. Sistem operasi yang berjalan di luar habitatnya itu membutuhkan waktu "booting" selama beberapa menit.

Ketika Davenport mencoba menjalankan aplikasi, Windows 95 ini pun menampilkan pesan kehabisan memori virtual sehingga boleh dibilang tak memiliki kegunaan praktis.

Meski demikian, percobaan Davenport tetap membuktikan bahwa sistem operasi lawas masih bisa dijalankan di gadget masa kini yang memang mengusung spesifikasi teknis jauh lebih mumpuni dibandingkan komputer desktop 20 tahun yang lalu. 

Pada era awal Windows 95, komputer desktop umumnya mengusung prosesor pada kisaran 100 MHz dan jumlah RAM 16/ 32 MB, jauh di bawah Gear Live yang memiliki chip 400 MHz dan RAM 512 MB.

Davenport sendiri dikenal memiliki kegemaran menjalankan program-program dari platform lain di jam tangan pintar miliknya. Sebelum ini, ia pernah menjalankan game Doom dan Minecraft, juga di Samsung Gear Live.

Related Posts:

Seek Thermal, Kamera Pendeteksi Panas untuk iOS dan Android

KOMPAS.com - Perusahaan rintisan (startup) Seek Thermal yang bermarkas di Santa Barbara, California, merilis kamera plug-in pendeteksi panas untuk smartphone iOS dan Android.

Menurut pihak Seek Thermal, saat ini banyak industri dan bidang pekerjaan yang membutuhkan kamera pendeteksi panas ini, seperti maskapai penerbangan untuk mendeteksi bagian yang lemah dalam struktur pesawat, industri keamanan, kesehatan, maritim, dan banyak lagi.

Kamera ini menjadi kamera pendeteksi panas pertama yang dijual secara massal. Sebelumnya, kamera yang memiliki teknologi yang bisa mengukur perbedaan temperatur dalam spektrum elektromegnetik itu tidak banyak tersedia dan harganya masih mahal, mencapai 1.000 dollar AS.

Kamera Seek Thermal sendiri dijual dengan harga harga 199 dollar AS saja.
Dilansir dari Cnet, Kamis (25/9/2014), CEO Seek Thermal, Robert Acker membeberkan rahasia mengapa kamera ini bisa dijual murah. menurutnya, rahasia itu ada di dalam chipyang didesain dengan perusahaan Raytheon dan Freescale Semiconductor.

Selain itu, masih ada sensor berbanderol murah yang menjadi lensa kamera. Lensa ini bisa membaca perbedaan temperatur dalam jarak 300 meter dan mendeteksi manusia dari ketinggian 60 meter.

Bobot kamera ini juga tergolong ringan, sekitar 42 gram dan bisa menghasilkan citra panas dengan resolusi 206 x 156 pixel, atau 32.000 thermal pixel.
Seek Thermal tak hanya merilis add-on kamera penjejak panas saja, namun juga tool yang disediakan bagi pengembang aplikasi.

Related Posts:

Pre-Order iPhone 6 Catat Rekor Baru

KOMPAS.com - Sesi pre-order untuk iPhone 6 dan iPhone 6 Plus telah dibuka Apple mulai tanggal 12 September 2014. Karena tingginya permintaan, server Apple dikabarkan sempat mengalami gangguan teknis.

Server Apple Store di beberapa negara, dikabarkan oleh Phone Arena (12/9/2014), mengalami gangguan, sehingga konsumen tidak bisa memesan dua perangkat baru Apple tersebut.

Di AS, website Apple Store di negara itu bahkan tidak bisa diakses pada Jumat dini hari. Sekitar 90 menit kemudian gangguan mulai terjadi di negara-negara lain, seperti Kanada dan India.

Beberapa konsumen melaporkan bahwa mereka masih bisa terhubung dengan Apple Store melalui aplikasi mobile.

Di negara lain seperti Inggris, Australia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Jepang, dan Singapura, proses pemesanan melalui Apple Store tergolong lancar.
Walau sempat terkendala teknis, namun sesi pre-order tersebut diklaim oleh Apple mencatat rekor baru. Pemesanan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus mencatat jumlah tertinggi dari sebelumnya.

"Tanggapan konsumen akan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus sangat luar biasa, rekor barupre-order dicatatkan dalam semalam," ujar pernyataan Apple seperti dikutip dari Cnet(12/9/2014).

Namun Apple belum mengungkapkan secara detil berapa jumlah pemesanan yang terjadi untuk kedua perangkat smartphone barunya itu.

Related Posts:

Indosat dan Ooredoo Sumbang Mobil Klinik Kesehatan

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR), operator seluler Indosat bersama perusahaan induknya, Ooredoo menghadirkan layanan kesehatan Mobil Klinik Indosat.

Peresmian layanan yang dilakukan hari ini, Jumat (5/9/2014) di kompleks Candi Ratu Boko, Prambanan, Yogyakarta dihadiri langsung oleh Chairman Ooredoo, Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani, dan CEO Indosat, Alexander Rusli.

Dalam sambutannya, Alex Rusli mengatakan, mobil klinik kesehatan Indosat di Indonesia ditargetkan melayani hingga 75.000 orang.

Sementara Sheikh Abdullah mengatakan sangat gembira dengan ekspansi mobil klinik di Indonesia, terutama di Yogyakarta.

"Indosat sebagai bagian dari Ooredoo juga memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia," ujar Sheikh Abdullah.

Ditambahkannya, Ooredoo memiliki target untuk melayani 2 juta penduduk Indonesia pada akhir 2016 nanti melalui CSR Mobil Klinik Indosat.

Setelah di Indonesia, CSR serupa juga akan dilaksanakan di Myanmar. Program yang menggandeng Leo Messi Foundation sejak tahun lalu ini telah merangkul 600.000 orang di seluruh dunia.

Related Posts:

Xiaomi Masuk Indonesia, 7 Vendor Wajib Waspada

JAKARTA, KOMPAS.com - Xiaomi bisa dibilang fenomenal karena penjualan perdana perangkat Android Xiaomi di beberapa negara, ludes dalam hitungan menit bahkan detik. Pelan namun pasti, Xiaomi kini sudah bertengger di posisi lima dunia pasar smartphone dunia.

Kini, vendor Android asal Tiongkok tersebut telah resmi masuk ke pasar Indonesia. Smartphone pertama yang dibawa ke tanah air adalah Redmi 1S yang dibanderol murah, Rp 1,5 juta.

Kedatangan Xiaomi ke Indonesia bisa jadi membuat ketar-ketir vendor smartphone yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia. Vendor-vendor ponsel mana yang harus waspada terhadap sepak terjang Xiaomi di Indonesia?

Vice President Xiaomi Global Hugo Barra yang ditemui KompasTekno di Jakarta, menyebutkan beberapa smartphone pesaing yang dianggap sebagai rival Xiaomi, terutama untuk Redmi 1S.

Barra mengeluarkan sebuah tabel berisi harga, spesifikasi, dan performa beberapa model smartphone Android dari berbagai merek yang dibandingkan dengan Redmi 1S.

Dalam tabel itu, ada Nexus 5, Zenfone 5, Xperia M2, Find 5 Mini, Moto G, Galaxy Grand 2, dan Lenovo S930.

Terlihat bahwa Redmi 1S menduduki posisi paling rendah dalam hal harga jual alias paling murah. “Padahal, kinerjanya hampir menyamai Nexus 5 yang dijual jauh lebih mahal dan duduk di posisi teratas soal performa,” ujar Barra, mengacu pada skor benchmark AnTuTu Redmi 1S yang mencapai kisaran 21.000, mendekati Nexus 5 yang menghasilkan 23.000 poin. 

Dari tujuh model smartphone dalam tabel tersebut, semua brand-nya sudah hadir di Indonesia, yaitu LG, Asus, Sony, Oppo, Motorola, Samsung, dan Lenovo.

Apakah brand-brand tersebut khawatir terhadap ekspansi Xiaomi di Indonesia?

Ditemui dalam kesempatan berbeda, tanpa menyebut merek, Agus Sugiharto, MIDH Business Head Lenovo Indonesia, mengatakan Lenovo sudah punya kiat menghadapi serbuan "smartphone murah" tersebut. (Baca: Bagaimana Lenovo Menghadapi Ponsel Murah?.)

Masuk ke pasar Indonesia, Xiaomi tetap mempertahankan model penjualan melalui online bukan toko fisik.

Menurut Agus, model distribusi dan pemasaran yang mengandalkan metode online dianggap memiliki kelemahan karena tak semua wilayah Indonesia memiliki koneksi internet yang baik.

"Indonesia itu wilayahnya luas, koneksi internetnya juga belum merata," kata Agus.
Editor: Wicak Hidayat

Related Posts:

HTC Rilis One M8 Versi Windows Phone

KOMPAS.com - Pabrikan smartphone Taiwan, HTC secara resmi memperkenalkan HTC One M8 versi Windows Phone pada Rabu (20/8/2014). Sama dengan versi Android, smartphone yang menggunakan Windows Phone 8.1.1 ini mengusung nama yang sama.
Dalam foto resmi yang dirilis oleh HTC, versi Windows Phone M8 itu memiliki bodi yang juga terbuat dari bahan logam aluminum.

HTC One M8 versi Windows Phone memiliki desain yang sama persis dengan versi Android-nya. Namun, antarmuka sistem operasi tentu saja berbeda. One M8 versi Windows Phone memiliki antarmuka dengan tampilan kotak-kotak.

Jeroan hardware-nya pun sama dengan layar 5 inci 1080p dengan kerapatan pixel 441 ppi, prosesor quad-core 2,3 GHz Qualcomm Snapdragon, RAM 2 GB, media penyimpanan 16/32 GB internal, bisa diperluas dengan menggunakan kartu micro-SD, serta kapasitas baterai 2600 mAh.

Walau secara sepintas dari spesifikasinya tidak memiliki perbedaan, namun M8 versi Windows Phone buatan HTC ini ternyata tidak dilengkapi dengan sensor barometer.
Dari segi kamera, One M8 Windows Phone dibekali kamera belakang, dual 4 Megapiksel dan kamera depan 5 Megapiksel.

Menurut situs Wired (19/8/2014), smartphone tersebut sudah mulai dipasarkan oleh operator Verizon di AS hari ini, Rabu (20/8/2014) dengan harga 100 Dollar AS berikut kontrak selama dua tahun. Belum ada kepastian apakah HTC juga akan memasarkan M8 versi Windows Phone ini ke Indonesia.

Related Posts: